PORODISA MAKES YOU FEEL HOME
Selamat datang di PORODISA.

Silahkan Login untuk masuk

Abraham Lincoln Kegagalan yang Berujung Kesuksesan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Abraham Lincoln Kegagalan yang Berujung Kesuksesan

Post by Paling Jago on Mon Mar 02, 2015 10:42 am



Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke 16. Beliau lahir di Kentucky pada 12 February 1809 dan meninggal di washington DC pada 18 April 1865 pada umur 56 tahun. Ia menjadi presiden Amerika pada tahun 1861. Selama menjadi presiden Lincoln berusaha keras menghapus perbudakan yang pada masa itu masih sangat terasa di Amerika. Salah satu ucapannya yang sangat terkenal adalah :
"Seperti saya yang tidak ingin menjadi budak, maka saya pun tidak ingin mnejadi seorang tuan."
Ucapannya ini menunjukkan bahwa Lincoln sangat membenci perbudakan yang pada masa itu dilakukan oleh orang kulit putih pada orang kulit hitam.

Selain terkenal karena keinginannya menghapus perbudakan, Lincoln juga terkenal karena kegagalannya. Mungkin jika saat ini kita merasa adalah orang yang selalu gagal, kita harus malu pada Abraham Lincoln. Sepanjang hidupnya ia selalu gagal, bukan hanya dalam urusan politik, tapi juga dalam bisnis, bahkan asmara. Cobaan yang dialaminya sangatlah berat, bahkan ia sempat gila dan bahkan pernah berniat untuk menghabisi hidupnya saja. Berikut ini beberapa kegagalan yang pernah dialami Abraham Lincoln :

Tahun 1816, pada umur 7 tahun Lincoln dan keluarganya didesak untuk keluar dari rumah mereka sehingga ia harus pergi bekerja dengan ayahnya untuk membantu keluarga.

1. Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1818, pada saat menginjak usia 9 tahun, Lincoln harus kehilangan ibunya.

2. Pada tahun 1831, Lincoln mulai berusaha hidup mandiri dan memulai bisnis, namun gagal.

3. Pada tahun 1832, ketika berumur 23 tahun, ia mulai menjajaki dunia politik dan bersaing untuk duduk sebagai anggota dewan Legislatif negara bagian Illinois, namun ia kalah dalam pemilihan. Belum cukup sampai disitu, di tahun yang sama (1832), ia kehilangan satu satunya pekerjaannya di sebuah toko sebab tokonya bangkrut. Iapun gagal masuk sekolah hukum, karena tidak punya biaya.

4. Tahun 1833, ia meminjam uang dari seorang teman untuk modal membuka sebuah toko dan memulai bisnis baru. Beberapa bulan kemudian, temannya meninggal dunia dan tokonya pun bangkrut. Saat itu ia mempunyai beban hutang lebih dari 1000 dolar (sekitar 12 juta rupaih jika dihitung dengan kurs sekarang). Butuh waktu 17 tahun baginya untuk melunasi semua hutang tersebut.

5. Pada tahun 1834, Lincoln mencoba peruntungannya kembali dalam dunia politik. Ia kembali bersaing sebagai Calon anggota Legislatif dari Illinois, dan kali ini ia berhasil. Hanya saja setahun kemudian, yaitu tahun 1835, tunangannya Ann Rutledge meninggal dunia akibat demam tifoid.

6.Tahun 1836, Lincoln mengalami guncangan jiwa karena kematiannya Ann Ruthledge. Ia samapi harus terbaring di temapt tidur selama 6 bulan dan hampir saja divonis untuk masuk rumah sakit jiwa.

7.Pada tahun 1837, Lincoln yang sudah mencoba untuk move on. Ia berusaha melamar Mary Owens, seorang kawan lama, namun sayangnya gadis itu menolaknya.

8. Tahun 1838 ia gagal menjadi juru bicara dewan legislatif negara bagian, kemudian lima tahun kemudian (1843), ia juga gagal menjadi anggota Kongres. Lincoln benar benar frustasi dengan semua kegagalannya, ia bahkan sampai berkata : "Aku adalah orang paling malang di dunia. Aku tidak yakin apa aku akan berhasil. Aku punya firasat bahwa aku tidak akan menjadi lebih baik."

9. Tahun 1846, ia mencoba mencalonkan diri sebagai anggota Kongres, dan kali ini ia menang, namun pada tahun 1848, ia kalah dalam pemilihan ulang dan harus kehilangan kursinya.

10. Pada tahun 1849, ia kembali ke rumahnya di Springfield dan melamar untuk jabatan komisioner di kanttor pertanahan. Sekali lagi ia pun harus kecewa.

11. Tahun 1850, putra keduanya Edward baker Lincoln, meninggal dunia akibat TBC. Lincoln mengatakan bahwa inilah cobaan paling berat dalam hidupnya.

12. Tahun 1854, Lincoln menjadi kandidat untuk pemilihan anggota dewan SEnat Amerika Serikat. Dan seperti yang sudah sudah ia harus gagal lagi.

13. Pada tahun 1856, ia mencoba mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada konvensi Partai Republik. Ia harus mengaku kalah karena hanya mengantongi 110 suara. tahun 1858, ia mencoba kembali menjadi anggota senat dan gagal lagi.

14. Tahun 1860 adalah tahun yang akan selalu diingat oleh Abraham Lincoln, karena pada tahun itu ia berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke 16.



Ya, itulah sekelumit perjuangan seorang Abraham Lincoln. Seorang pemimpin yang mengawali semuanya dari kegagalan. Ia bukanlah anak seorang pejabat atau menteri. Ia hanya anak seorang petani yang mencoba untuk sukses. Kegagalan demi kegagalan yang dialaminya tidak membuatnya putus asa. Ia selalu mencoba dan mencoba lagi hingga akhirnya ia berhasil menjadi Presiden Amerika yang terkenal sepanjang sejarah.

Kita yang saat ini gampang menyerah dan cenderung berpasrah diri harus malu pada sosok seperti Lincoln. Cobaan yang kita alami belum tentu setragis yang dialaminya, hanya saja kita langsung menyerah dan memupus semua keinginan itu.

Ya, Lincoln bukanlah sosok yang tanpa cela, ia juga mengakui bahwa ia bukan penganut agama tertentu. Ia juga pernah menyerah dan merasa berada pada titik paling terendah. Ia pernah kehilangan rumah, pekerjaan, berhutang, ditinggal kekasih bahkan ditolak oleh seorang wanita, serta berbagai kegagalan kegagalan hidup lainnya.

Coba renungkan, apa permasalahan terberat kita yang tidak pernah dialami Lincoln. Semua pernah dialaminya. Ketika kita bercermin apa yang kita lihat? Kegagalan, kekurangan, cacat fisik, apa cuma itu. Sekarang marilah kita bercermin lagi. Jangan pandangi kekurangan yang tampak di sana, lihat kelebihan yang ada. Kita masih punya rumah, orang tua atau keluarga yang menyayangi, itu semua kelebihan yang terkadang luput dari mata kita.

Sebagai manusia adalah hal yang lumrah bila kita ingin selalu berhasil dan mendapatkan yang kita inginkan, namun pada satu titik kita perlu berhenti sejenak, mengumpulkan tenaga dan mencoba lagi di lain waktu atau mencoba sesuatu yang baru. Lincoln mengajarkan satu quote yang sangat baik yaitu : "The best thing about future is that it comes one day at time" (Hal terbaik dari masa depan adalah bahwa ia akan datang suatu saat sekaligus). Maksudnya, masa depan itu pasti akan datang nanti jadi tak perlu dirisaukan dan tak perlu ditakuti, namun harus dipersiapkan.

Berikut ini beberapa kutipan (quote) dari Abraham Lincoln yang saya sadur dari internet, semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.

1. My great concern is not wether you have failed, but wether you are content with your failure (Ketakutan ku bukanlah apakah anda telah gagal, tetapi apa anda puas dengan kegagalan itu)

2. My success today because I had a friend who believed in me, and I didn't have the heart to let him down (Suksesku ini karena kepercayaan dari temanku, dan aku tidak sampai hati untuk mengecewakannya)

3. Those who deny freedom to others deserve it not for themselves (orang yang mengekang kebebasan tidak layak mendapatkan kebebasan itu)

4. You can fool all the people some of the time, but you cannot fool all the people all te time(Kalian bisa membodohi beberapa kali, tapi tidak akan bisa membodohi orang selamanya)

5. It often requires more courage to dare to do right than to fear to do wrong (Hal yang paling dibutuhkan adalah keberanian lebih untuk melakukan yang benar daripada ketakutan berbuat salah)

6. I will prepare and one day my chance will come (Saya akan melakukan persiapan dan suatu hari kesempatan saya akan datang)

7. Believing everybody is dangerous, believing nobody is very dangerous (Percaya pada semua orang berbahaya, tapi tidak percaya pada semua orang lebih sangat berbahaya)

Sumber : http://pakador.com/detailpost/abraham-lincoln

Paling Jago
Pengunjung Porodisa

Posts : 5
Join date : 27.02.15

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik